You will never know what you have until you lost it
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun.....
Hari ini, kami kembali kehilangan seorang belahan jiwa.
Bapak H. Sierad Mardanus, kakek saya tercinta, meninggal dunia pada 22 Januari 2011 pukul 6 pagi di Solo. Air mata ini kembali turun dengan derasnya. Guru kami, penasihat kami, penyemangat kami telah kembali kehadapanNya.
Seorang Mbah, seorang yang tetap semangat sampai akhir hayatnya, seorang yang sangat humble dan hangat, seorang yang sangat luar biasa, serta seorang yang sungguh multi-talenta. Terakhir saya bertemu dengan beliau 2 hari setelah papa meninggal, beliau memegang erat tangan saya, menangis, menyabarkan, dan berkata “tabah ya nduk” kepada saya. Sampai hari ini saya masih belum percaya bahwa itulah kali terakhir saya melihat beliau.
Karena faktor lokasi, saya bukan cucu yang dekat dengan beliau, tapi saya sangat percaya bahwa kebajikan dan kasih sayang serta doa yang beliau panjatkan pada Allah SWT telah membuat saya menjadi seseorang yang dapat beliau banggakan.
Mbah…..kami yakin, Allah punya rencana yang sangat indah buat Mbah.
Sampai jumpa Mbah…..we proud of you
No comments:
Post a Comment